Hansome Man without Woman

Hansome Man without Woman

Sepupuku dari Jakarta kemarin datang di Surabaya (bawa oleh oleh kue Henis baso ayam enak banget, aku menghabiskan 4 pcs setelah kubagi dengan beberapa orang, search saja di google, ratingnya tinggi ) setelah 15 tahun tidak bertemu. Kesan pertama, wow.. mirip Aroon Kwook, meski berumur 40an masih tetap tampan. Siapa sih cewe yang menolak:-! tapi ironisnya, dia belum punya pacar. Eh, betulan, dia belum punya pacar.

Wajah tampan, tubuh keren hasil nge gym, duit ada, punya usaha sendiri, puluhan cewe tak berkedip bila dia lewat. Kurang apa coba? Tapi kenapa sampai sekarang dia belum memiliki pacar? apakah terlalu banyak pilihan? Apakah cewe jakarta matre dan jelek semua? Ataukah karena sifatnya yang egois sehingga tidak punya sifat saling pengertian? atau yang lebih ekstrim, dia tidak mau kerepotan memiliki tanggungan yang perlu diurusi seumur hidupnya,?

Tidak ada yang tau, dan akupun tidak penasaran untuk bertanya padanya.

Kedatangannya di Surabaya karenanya mamanya sudah bosan melihat anaknya jomblo terus, di jakarta tidak ada cewe yang cocok maka surabaya lah yg dijadikan sasaran. Papa plus saudara papa mulai kerja rodi mencarikan cewe yang prospek dijadikan pacar oleh si pria tampan itu. Semua teman papa yang memiliki anak cewe diajak kenalan. Total 5 cewe, waktu 1 minggu sebelum dia kembali ke jakarta. Dan besok adalah hari terakhirnya dan result? hingga saat ini belum ada yang cocok. Sigh.

Ada sebuah novel yang memberikan info bahwa pemikiran seseorang pada usia 18-23 tahun adalah mencari seorang pacar yang sesuai kriteria yang ditulis sepanjang kertas folio rangkap 3. Harus ganteng, baik, harum, pintar, perhatian bla bla bla. Daftar yang kalo dibaca satu persatu bisa buat si cupid geleng geleng dan berpikir “Mau cari manusia atau dewa. ” ketika di usia 24-28, mulailah logika yang digunakan, asal dapat diandalkan di masa depan ga masalah, fisik urutan kesekian. Ketika usia 29-35, mulai menyadari enaknya hidup sendiri. Dan usia diatas 35 sudah tidak memikirkan yang namanya pernikahan. Mungkin hanya orang tua yang masih berharap anaknya bakal mendapat jodoh dan memberinya cucu.

Jaman telah berubah, dulu, pangeran tampan di cerita cinderlella dengan mudahnya mencari istri, kali ini pangeran artis andy lau pun belum ada kabar kapan menikahnya. Why it took it so long to think about marriage?
Rasa penasaran ini membuatku ingin bertanya pada sepupuku, kenapa sih belum ngoyo mencari pasangan hidup? meski pertanyaan itu nantinya diwakili mama untuk mewawancarainya.

Manusia tidak dapat hidup sendiri dan manusia butuh cinta, filosofi yang tidak bisa diterima untuk saat ini dan diralat menjadi.. jika untuk mendapatkan cinta menjadikan hidup semakin sengsara lebih baik tidak dicari.
Aku berharap si sepupuku yang tampan mendapatkan pacar sebelum kembali ke jakarta meskipun si cupid sudah ngomel”emangnya bisa kangsung tertarik pada pertemuan pertama? ” jodoh ditangan Tuhan. Siapa tau?

Ada yang mau mendaftar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s