No Lucky

P

image

Photo by: milla, june 2011

Children have problem,  teenager have problem,  and adult have more problems.
Setiap orang memiliki masalah entah itu berat atau ringan,  dan masalah itu akan semakin kompleks ketika umur semakin bertambah. Kadang kita melihat masalah yang kita hadapi sangat berat sehingga beranggapan orang lajn yang selalu tersenyum adalah mereka yang tidak punya masalah.  Itu salah besar. Semua manusia pasti punya masalah,  orang kaya sekalipun.

Ketika aku mengganggap diriku cewe beruntung dengan kesehatan,  pekerjaan,  uang cukup,  keluarga yang harmonis dan teman teman yang baik,  maka teman kantorku si “E”menganggap dirinya sial”. Dia memiliki biaya hidup yang cukup besar dengan tanggungan anak satu dan usaha yang dibangunnya dari nol (keren! ) dengan hutang cc dan tabungannya,  dia mendirikan warung bebek.  Sewa rombing dan tempat yang mencapai jutaan membuat dia sempat ragu. Tetapi aku mendorongnya untuk membuka usaha supaya ia punya penghasilan untuk menunjang keluarganya.

Pertama buka,  warung itu laris,  apalagi saat lebaran,  wow,  keuntungan berlipat ganda. Dia tersenyum bahagia dan selalu semangat ketika masuk kantor. Tetapi mulai bulan september dagangannya sepi pembeli.  Kadang malah merugi. Dan dia diberitau seseorang kalau tempatnya itu disantet/diguna guna orang supaya si E pindah tempat dan tidak berjualan disana lagi. Aku tidak percaya dukun! dan aku menyuruhnya untuk tetap berjualan. Tetapi dia terlanjur patah semangat.  Belum balik modal, warung sudah non operasi.

Belum tuntas masalah dagangan sepi,  si E tertipu lagi oleh supplier penjual online shop. Si E membeli barang ke supplier unguk di kirim ke customer… ehhh ternyata si supplier mendelete contact bbm dan barang tidak dikirim,  kurang ajar bener tuh orang,  apalagi jumlahnya tidak sedikit,  tiga jutaaaaa.  Kalo aku jadi si E,  mungkin bisa langsung pingsan.  Customernya memaksa uangnya dikembalikan,  kalau tidak akan dilaporkan ke polisi.  Ya ampunnn teganyaaa,.  Hingga sekarang si E masih bingung apakah akan mengembalikan uangnya atau tidak.

Si E dengn nasib yang kurang baik,  tetap berjuang membuka kembali warungnya. Si E tetap berkorban demi keluargnya mencari pinjaman ke bank.  Si E yang terus berjuang meski banyak rintangan.  Apakah dia mengeluh?
Tidak ada satu kata keluhan keluar dari mulutnya. Apakah nasib kita lebih menyedihkan dibandingkan si E? Kalah tidak,  kita tidak pantas mengeluh sama sekali…
Hidup adalah anugrah,  bukan hanya kebaikannya saja tetapi juga cobaannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s