Happiness Is Not about Money

Saat membaca surat kabar beberapa hari lalu, ada tulisan yang membuatku sedikit merinding. Bukan karena itu berita horror yang mengerikan tetapi karena berita itu mengharukan. Sampai sampai beritanya aku kliping di buku harian🙂, tentang seorang nenek miskin yang berjuang membeli kambing kurban.

Nenek itu sudah tua dengan pekerjaan mengumpulkan barang bekas tiap hari. Gajinya hanya 12.000 per minggu. Coba aja dibayangin gaji segitu bisa buat apa? Buat transport per hari ke tempat kerja ga cukup. Buat makan sehari juga ga cukup.  Nenek itu jarang makan demi menabung.

Kalau kita dengan gaji berjuta juta aja belum tentu bisa menabung, malah mungkin berhutang untuk memenuhi biaya hidup, nenek itu menabung 500 rupiah dan mengumpulkannya selama 7 tahun. For what? Membeli kambing untuk kurban Idul Adha. Bagaimana tidak merinding, sudah penghasilannya tidak mencukupi hidup kesehariannya, malah berusaha menabung demi berkurban.

Kata nenek itu, “saya juga mau masuk surga”

Terharu…

Sepertinya surga itu ada di hati nenek itu.

Bukan diikur dengan banyaknya uang dan yang dapat dimiliki, tetapi kebahagiaan dirasakan saat kita dapat memberikan banyak hal pada orang lain. Uang itu hanya alat untuk mencapai kebahagiaan, tetapi kebahagiaan itu sebenarnya adalah “keinginan kita yang dapat kita capai”

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s