My Little Angel was Born

image

Aku rasa… Keajaiban itu bukan kita minta tetapi keajaiban itu selalu ada.

Ketika sesorang dalam masalah besar mereka selalu menanti keajaiban, padahal keajaiban itu sudah ada di depan dan seiring waktu, keajaiban itu menciptakan peluang dan kejadian yang tidak terduga sendiri. Itulah yang aku rasakan saat menantikan kelahiran anakku, Steven.

11.30 pm

“Koko… Air ketubanku pecah”
“Hah! Apa apa..” Kucek kucek mata bangun mendadak.

Kita segera bangun.. Ganti baju… Tak lupa aku ke kamar mandi memakai sedikit bedak di wajah ( kan aku juga mau kelihatan cantik saat melahirka¬† nanti :p), ambil tas bayi, kunci mobil listrik kantor, tas tangan, langsung berangkat menuju rumah sakit ibu dan anak. Suamiku sampai bingung… Hahahha.. Panik.. Sedangkan istrinya cuman bisa menahan tawa plus kesakitan.

Di mobil, aku tiduran sambil berdoa semoga air ketubannya tidak banyak keluar. Tapi percuma, air itu keluar seperti keran bocor dan badanku menggigil kedinginan hingga tiba di rumah sakit. Suster sampai berkata, kok menggigil? Aku jawab kedinginan, dan AC pun dimatikan.

12.00 am

Ganti baju dan tiduran. Bukaan dua.
Tidak merasakan sakit hanya menggigil.

01.00 am

Air ketuban keluar terus, perut kontraksi 15 menit sekali.. Sakit ringan.

02.00 am
Perut semakin sakit, kontraksi 2 kali lipat 10 menit sekalu dan masih bukaan dua. Aku mulai mengeluh kesakitan pelan. Saat itu aku siap melahirkan normal, harus.

03.00 am
Aku sudah menjerit berulang ulang. Sakitnya luar biasa dan kontraksi sudah 5 menit. Ya Tuhan sakitnya luar biasa.. Seperti seseorang memukul perutmu berulang ulang

04.00 am
Aku sudah berteriak bukan lagi menjerit… Kehabisan nafas.. Tubuhku kejang, berguling ke kanan ke kiri… Nafas panjang tidak membantu sama sekali. Suamiku memegangiku, aku memukul mukul suamiku dan menarik bajunya.. Aku tidak tega.. Dia pasti juga kesakitan. Tetapi dia bertahan. Bukaan tiga dan pendarahan

05.00 am
Aku sudah tidak kuat lagi dengan kontraksi 1 menit sekali.. Aku meminta tolong untuk operasi. Suamiku berusaha menghibur dengan membisikanku kata kata semangat, tapi itu tidak membantu. Aku terus minta tolong.

06.00 am
Bukaan empat. Aku sudah kehabisan nafas. Suamiku pasti cape memegangiku tiap menit. Dia sedih dan tidak tega lagi.. Akhirnya diputuskan operasi, meskipun suster sudah merayu untuk lahir normal.
Aku menyerah.

07.00 am
Dokter belum datang dan aku seperti ingin bunuh diri.

08.00 am
Dokter datang, aku sudah lemas.. Operasi dimulai….

08.55 am
My baby was born

Semuanya tampak luar biasa.. Rasanya bahagia.. Kalau aku disuruh untuk menukar kehidupanku dengan kehidupan orang lain yang lebih baik ,aku tidak mau… Aku mau hidupku yang sekarang.

Banyak support dari keluarga dan teman teman, meskipun sempat down karena tidak bisa lahir normal tetapi aku ga menyesal karena aku dan bayiku selamat begitu juga dengan suamiku yang nampak bahagia.

I love you my husband and my son… Thank you Jesus for bless we are

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s